Fotografiska, augusti 2010 (by Larsa)
Fotografiska, augusti 2010 (by Larsa)
BANDUNG FOR 3 DAYS!
Check out the twitter @Sesarengan2012 and Facebook “Sesarengan Ing Pendapaning Budaya”
IDR 5000 only!
MY FAVORITE SONG FROM MY FAVORITE CARTOON EVER!
(Source: ultimatedisneyblog, via disneyyandmore)
RESUME
LOKAKARYA NASIONAL
“TUJUAN-TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS) INDIKATOR PEMBANGUNAN PASCA 2015”
YOGYAKARTA, 12 – 13 MARET 2012
Oleh
Andri Prasetiyo (Kadiv Litbang KOPHI Yogya) dan
Rida Nurafiati (Bendahara Umum KOPHI Yogya)
“Let us develop a new generation of sustainable development goals to pick up where the MDGs leave off. Let us agree on the means to achieve them” –– UN General Secretary – Ban Ki Moon
Pendahuluan
Selama lebih dari satu dekade, Millennium Development Goals (MDGs) telah mendominasi paradigma pembangunan global hingga tahun 2015. Pada September 2010, High Level Plenary Meeting of the General Assembly setuju untuk mempercepat target pencapaian MDGs 2015 ini.
Dalam sambutan pembukaan Lokakarya Nasional “Tujuan-Tujuan Pengembangan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) Indikator Pembangunan Pasca 2015” oleh Direktur Jenderal Multilateral, memaparkan bahwa perkembangan negosiasi di PBB sampai saat ini masih berusaha memfinalisasi teks outcome document sejak dikeluarkannya zero draft pada 10 Januari 2012 lalu. Hal ini terlihat dari pembahasan dua tema besar KTT Rio+20, yaitu green economy dan kerangka kelembagaan pembangunan berkelanjutan yang lebih dikenal sebagai institutional framework for sustainable development atau IFSD yang masih jauh dari selesai dan semakin kompleks. Berbagai negotiating groups dan negara-negara telah memberikan tanggapan atas draft tersebut sehingga membuat proses finalisasi akan memakan waktu lebih banyak.
Apa saja poin dari MDGs?
1. Eradicate extreme poverty and hunger
2. Achieve universal primary education
3. Promote gender equality and empower women
4. Reduce child mortality
5. Improve maternal health
6. Combat HIV/AIDS, malaria and other diseases
7. Ensure environmental sustainability
8. Global partnership for development
Lalu, tujuan apa yang perlu dicapai pasca 2015 (MDGs)?
Pemerintah Colombia, Guatemala dan Peru mengajukan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai key outcome dari Rio+20 untuk melengkapi MDGs. A key outcome of Rio+20 is that of “securing political commitment to Sustainable Development”. Menurut Brundtland Report, “Sustainable development is development that meets the needs of the present without compromising the ability of future generations to meet their own needs”.
Berbeda halnya dengan MDGs yang ditujukan hanya pada negara-negara berkembang, SDGs memiliki sasaran yang lebih universal. Perumusan yang jelas mengenai esensi dari SDGs akan disampaikan dalam KTT Rio+20 pada bulan Juni 2012 mendatang. Isu-isu yang akan diangkat sebagai indikator dalam SDGs adalah:
1. Combating poverty
2. Changing consumption patterns
3. Promoting sustainable human settlement development
4. Biodiversity and forests
5. Oceans
6. Water resources
7. Advancing food securities
8. Energy, including from renewable sources
Untuk itu, pembahasan terkait SDGs menjelang KTT Rio+20 ini diharapkan dapat memperoleh momentum politis tertinggi sehingga dapat satu suara mengenai pentingnya SDGs sebagai bagian dan pelengkap proses review implementasi MDGs. SDGs juga diharapkan dapat disepakati sebagai bagian dari agenda pembangunan global pasca-2015 dan dapat pula mengidentifikasi berbagai kesenjangan (gap) implementasi berbagai perangkat global untuk pembangunan berkelanjutan, seperti Rio Principles, Agenda21 dan Johannesburg Plan of Implementation (JPoI).
Presentasi Pertama
”BASIC PRINCIPLES OF SUSTAINABLE DEVELOPMENT ”
PROF. DR. SURNA TJAHJA DJAJADININGRAT (GURU BESAR MANAJEMEN LINGKUNGAN – INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG)
Presentasi pertama oleh Prof. Dr. Surna Tjahja Djajadiningrat (Guru Besar Manajemen Lingkungan ITB) dengan tema “Basic Principles Of Sustainable Development” menyampaikan bahwa pada prinsipnya pembangunan berkelanjutan bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah proses (journey) yang terus berjalan.
Narasumber juga menekankan bahwa diperlukan kerjasama dan koordinasi yang lebih terintegrasi antar instansi-instansi dengan melibatkan sektor swasta dan masyarakat madani dalam proses pembuatan kebijakan dan penerapan pembangunan berkelanjutan.
Presentasi Kedua
“INCLUSIVE AND ENVIRONMENTALLY ECONOMIC GROWTH (GREEN ECONOMY): ENVIRONMENTAL ECONOMIC AS AN APPROACH”
LAKSMI DHEWANTHI – ASISTEN DEPUTI URUSAN EKONOMI LINGKUNGAN, KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA
Narasumber ketiga, Ibu Laksmi Dhewanthi, menyampaikan bahwa green economy bukanlah paradigma yang mengharuskan kita menjadi berbeda, akan tetapi harus melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda (do things differently).
Menurut UNEP (2010) green economy is 1) Increase in green investment, 2) Increase in quantity and quality of jobs in green sectors, 3) Increase in share of green sectors in GDP, 4) Decrease in resource use per unit of production, 5) Decrease in Environmental cost of production or consumption, 6) Decrease in wasteful consumption.
Green economy adalah kondisi membaiknya kehidupan (well being) dan keadilan social (social equity) dengan secara signifikan mengurangi resiko lingkungan
dan kelangkaan ekologi. Green economy menghubungkan pertumbuhan
ekonomi, keberlanjutan lingkungan (Bappenas, 2012)
“ Indonesia is of the view that Green Economy is a development
paradigm that based on resource efficiency approach with strong
emphasizes on internalizing cost of natural resource depletion on
environmental degradation, efforts on alleviate the poverty,
creating decent jobs, and ensuring sustainable economic growth”
(Indonesian Delegation/DELRI, UNEP 11th G SS, February, 2010)
Perlu disadari bahwa pertumbuhan ekonomi mengancam lingkungan saat ini, namun ke depannya posisi akan berbalik. Perkembangan lingkungan akan mengancam perekonomian. Jika kondisi terus berlangsung seperti ini, dan green economy tidak segera dijalankan maka menurut United Nations Environment Programme (UNEP) dalam Business As Usual pada tahun 2030 diperkirakan akan terjadi:
· Global energy demand up by 45%
· Oil Price up to US$ 180 per barrel
· Green house gasses emissions up 45 %
· Global Temperature up to 6 degrees Celsius
· Sustained losses equivalent to 5-10% of global GDP
· Poor countries will suffer costs in excess of 10% of their GDP
Bagaimana dengan kondisi lingkungan di Indonesia?
Indonesia saat ini tengah mengalami ecological deficit, yaitu adanya ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi sumberdaya hayati. Selain itu emisi gas buang Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun dan kurangnya regulasi dan landasan hukum untuk mengembangkan berbagai insentif terkait lingkungan.
Keadaan kualitas lingkungan di Indonesia, dapat dilihat dari EQI tahun 2006 – 2008 (Environment Quality Index) dari setiap pulau di Indonesia berdasar surface water quality, air quality and land coverage, dengan urutan sebagai berikut :
1. Papua 75,29%2. Sulawesi 73,66%
3. Bali dan Nusa Tenggara 68,96%
4. Sumatra 64,63%
5. Kalimantan 62,01%
6. Jawa 53,50%
Suatu negara dapat dikategorikan tiga tahap perkembangan dalam kurva hubungan antara pollution and prosperity:
1. Poor and clean
2. Rich and dirty
3. Rich and clean.
Berdasarkan hal itu, sustainable development and green economy, mengajak negara berkembang melewati tahap rich and dirty karena tahap tersebut sangat berisiko dan penuh masalah.
Elemen penting yang juga mempengaruhi sustainable development dan green economy adalah
1. Policy network
2. Technological Innovation
3. Market Forces
Sangat sulit menemukan win win solution permasalahan atau benturan ekonomi dengan lingkungan. Harus ada titik temu antara peraih keuntungan dan pemerhati lingkungan agar terjadi harmonisasi kehidupan alam ke depannya, antara lain:
- Building environmental awareness
- Incentivizing sustainable use of resources
- Promoting environmental investment
- Complementing environmental law compliance
Seringkali fakta di lapangan menunjukkan bahwa pelaku ekonomi dan pemerhati lingkungan justru berada dan masuk ke Death Valley. Untuk itu, terdapat langkah-langkah yang harus diambil dalam penerapan green economy, seperti penetapan harga pasar yang tepat terkait l ingkungan hidup, pembuatan kebijakan desentralisasi yang terintegrasi, penerapan kebijakan yang efektif tanpa pengecualian, serta peningkatan partisipasi para pemangku kepentingan.
Overview of development of incentive instruments
1. Insentif dari negara
2. Oleh pasar atau swasta
Contoh di Indonesia, Cirebon yang memberi kabupaten Kuningan insentif dana
Untuk pemda, harus ada pembuatan kebijakan desentralisasi karena berpengaruh bagi pelaku ekonomi.
And finally, suggestions for further development adalah bukan hanya pelaku ekonomi yang harus berubah untuk megembangkan green economy tetapi juga policy maker.
Presentasi Ketiga
“MENCERMATI KERANGKA PEMBANGUNAN PASCA MDGs”
NILA F. A. MOELOEK – UTUSAN KHUSUS PRESIDEN RI UNTUK MDGs
Millenium Development Goals (MDGs) telah memasuki tahun ke-11 dan Indonesia memiliki sisa 4 tahun menjelang 2015 untuk merealisasikan delapan poin MDGs menuju tujuan akhir pembangunan nasional. Banyak hal yang belum dilakukan menuju MDGS 2015 , masih banyak kasus tingginya angka kematian ibu, meningkatnya jumlah penduduk dengan HIV/AIDS, buruknya sanitasi, tingginya emisi gas buang, dan lain sebagainya.
Apa yang dapat dilakukan dalam rentang waktu yang tersisa? Pertama, fokus pada pencapaian MDGs 2015 dan fokus pada situasi pasca-MDGs 2015.
Titik tolak untuk kesepakatan bersama:
- Tujuan-tujuan pembangunan dalam MDGs sebagai nomenklatur tidak akan berhenti pada tahun 2015. Isu kemiskinan, pendidikan, gender, kesehatan, lingkungan hidup akan selalu ada.
- Situasi dunia dewasa ini yang berubah sejak MDGs diluncurkan pada tahun 2000 (Isu perubahan iklim, perlindungan social, pembangunan yang pro-kaum miskin)
Mengapa diperlukan kerangka pembangunan baru pasca-2015?
1. Untuk mengakomodasi perubahan situasi dunia sejak tahun 2000
2. Perlunya pembangunan yang berkelanjutan
3. Isu-isu disparitas yang belum dapat teratasi
Presentasi Keempat
“PEMBANGUNAN SOSIAL-BUDAYA YANG DIDUKUNG EKONOMI BERWAWASAN LINGKUNGAN”
DR. FRANCIS WAHONO NITIPRAWIRO, DIREKTUR EKSEKUTIF CINDELARAS
Presentasi keempat oleh Dr. Francis Wahono Nitiprawiro, Direktur Eksekutif Cindelaras, dengan tema “Pembangunan Sosial-Budaya yang Didukung Ekonomi Berwawasan
Lingkungan” menyampaikan bahwa pembangunan berkelanjutan harus dianggap sebagai mekanisme proses berbasis masyarakat, bukan sebagai hasil akhir pencapaian. Untuk itu, terdapat 2 agenda dasar yang harus dipenuhi untuk menuju pembangunan berkelanjutan berbasis komunitas, yaitu reformasi agraria dan pendidikan penyadaran.
Sumber: Materi Presentasi Para Penyaji
have some colors in your life!
(via shoelust)
Family Photo Session! Yay! Taken after my sister’s graduation ({})
this has been one of the best thanskgiving breaks ever. now I must face grueling life obstacles, otherwise known as school & finals/dead week. so much to do. so little time.
week 10. I am going to (try and) kick you in the face.
via littlekay
(Source: cesart, via happythings)
(via epertruste)
(via epertruste)
We will not allow rejection to bring us down. It will only strengthen our resolve :)
—Gogirl magazine
Kamar saya
Hai papa mama teh vira dhika! Apa kabar kalian di sana? :D Hari ini hari terakhir uts, guys! Legaaa skalii rasanya. Dan abis itu aku nyapu kamar. Haha ganyambung. Eniwei, dearest(s), waktu aku nyapu rasanya jadi inget papa mama dan rumah. Kalo di rumah sih, ada Mbak ya? Nyapu kamar sih dilakuin, tapi kalo cuci piring,masak,dan lain-lain selalu tersedia dengan cantiknya tanpa effort apapun dari anak-anakmu yang kece ini mam (ngarep)
Engga ko, mam pap, aku ga ngeluh. Justru asyik bisa wisata kuliner walau kadang pilihannya cuma nasi telur ato nasi ayam ato bahkan cuma tahu goreng kalo lagi seret (ups ketahuan). But mam,pap, I’ve just realized kalo semua aspek di hidup aku sangat-sangat dipikirin sama papa mama. Makan apa,minum apa,snack nya apa,kalo jalan-jalan keluar enaknya kemana, asuransi pendidikan, les di sini, sekolah di situ, uang jajan berapa (hehe), dan seterusnya. It must have taken LOTS of ur energy rite?_Sedangkan aku nyapu doang kadang males. So: THANKS mam,pap, to have taken great responsibilities and doing them in the most wonderful way :D
Ps: itu karpetnya bukan punya aku,mam. Tapi warnanya matching ya? Hehe #kode
Ask a Question Archive RSS Mobile
Centennial Theme by One by Four Studio. Powered by Tumblr.